Minggu, 20 Januari 2013

RANDOM STORY 3


Minggu pagi terasa begitu dingin, tidak seperti biasanya walaupun matahari bersinar dengan cerahnya. Bahkan hangatnya pagi ini tidak mampu menghatngatkan suasana hati yang sudah hampir membeku ini.

Aku tidak lagi dalam kondisi semangat melaksanakan kegiatan apapun hari ini, aku tidak lagi ingin meninggalkan rumah, yang ingin kulakukan hari ini hanya bermalas-malasan di rumah.

Alunan lagu “Everything I Do” Bryan Adam membuat ku melamun cukup lama, bahkan aku baru sadar kalau ternyata dari tadi seseorang sudah membunyikan bel rumah sekitar 5 menit yang lalu.

Dengan sedikit keterpaksaan aku memaksakan diri ini berjalan untuk melihat siapa yang datang, padahal aku tidak membuat janji dengan siapapun saat ini. Begitu aku melihat siapa yang berada di depan rumah, aku hampir setengah tidak percaya melihatnya.

“ Selamat pagi” sapanya hangat “ maaf kalau tiba-tiba aku datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu, apakah kedatanganku mengganggu ?” lanjutnya lagi.”Ah.. Pagi, mmmm... eee... ah tidak apa-apa, nggak kok nggak ganggu sama sekali, lagian hari ini aku lagi memang tidak ada kegiatan” jawabku, masih dengan rasa tidak percaya.

“Silahkan masuk dulu” ujarku, “ maaf masih agak sedikit berantakan, belum sempat dibereskan” lanjutku sambil mempersilahkan dia duduk di sofa depan.”Tidak apa-apa, emangnya tidak ada rencana keluar hari ini? Bukankah hari ini hari yang indah untuk pergi keluar menikmati hari dengan seseorang?”

Seseorang? Siapa yang akan aku ajak jalan-jalan hari ini? Setelah semua yang aku alami dan aku rasakan. Aku sekarang memang tidak lagi ingin mengajak seseorang jalan di hari minggu ini.” Mmmm kebetulan tidak ada yang mau jalan denganku ahri ini, jadi aku memutuskan untuk bermalas-malasan asaja di rumah” jawabku seadanya. “ oh iya mau minum apa?”,

“ mmm, apa aja boleh” jawabnya singkat. “sebentar ya” akupun pergi ke dapur melihat isi kulkas, beruntung persediaan jus yang aku buat barusan masih ada.”ngomong-ngomong kamu sendiri tidak pergi dengan seseorang hari ini?” tanyaku dari dapur. “ tidak, tidak ada yang mengajak hingga saat ini.” Tidak ada ya pikirku.

“Silahkan diminum jusnya, maaf hanya ini yang ada!” kataku. “ o iya ngomong-ngomong ada apa nih? Tumben pagi-pagi datang kesini?” tiba-tiba saja pertanyaan itu kuucapkan begitu saja. “ tidak ada, aku juga tidak tahu lagi ingin ngapain jadi hal pertama yang ingin aku lakukan hari ini hanyalah datang menemuimu” jawabnya santai.

Hening sejenak, kami berdua sama-sama terdiam untuk beberapa saat. “Bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan menikmati hari” ujarku begitu saja.”kalau kau tidak keberatan tentunya”, lanjutku. “Baiklah, kurasa itu lebih baik daripada pergi sendiri atau tidak melakukan apa-apa di hari yang cerah ini”jawabnya.

Kamis, 22 November 2012

RANDOM STORY 2


SETELAH SEKIAN LAMA

Alunan lagu First Love nya Utada Hikaru membangunkan ku di pagi ini. Dengan kondisi setengah sadar aku mulai mencari-cari HP yang semalam entah dimana kuletakkan, “aduh dimana HP sialan itu “ gerutu ku sambil tangan masih meraba-raba sekitar tempat tidur.

Setelah berhasil menemukan HP, dengan mata setengah terpejam aku berusaha melihat lcd HP, dan disana tetulis nama seseorang yang sangat ku kenal, seseorang yang sudah lama tidak kuhubungi, seseorang yang juga sudah lama tiak menghubungiku, seseorang yang sudah lama meninggalkanku, dan sekarang disaat aku hampir bisa melupakannya, dia dengan sendirinya malah menghubungiku, ada apa gerangan ?

“Halo”sapaku, dengan suara ngigau ciri khas orang yang baru bangun tidur.

“Hai, apa kabar, maaf kalau aku mengganggu pagimu”, jawabnya, ah suara ini, suara yang sudah lama tidak kudengar, dan suara yang teramat sangat ingin kudengar kembali, suara yang sudah lama kurindukan.

“Baik, bagaimana denganmu! Tidak apa kok, tidak mengganggu sama sekali” jawab ku.

“Oh, hmm! Siang nanti kamu ada acara ??”. Kenapa tiba-tiba dia menanyakan hal itu,”Tidak, hari ini aku tidak ada acara sama sekali.” Jawabku sambil melihat agenda hari ini, yup siang nanti memang tidak ada acara & janji dengan siapapun.

“Bisa kita ketemuan siang nanti, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan! Itupun kalau kamu tidak keberatan” katanya lagi. “Boleh, dan tidak aku tidak keberatan sama sekali. Dimana?” balasku.

“Bagaimana kalau di tempat biasa, maksud saya di tempat kita sering ketemuan dulu!” suaranya terdengar sedikit ragu-ragu.”oh disana, tidak masalah lagian sudah lama aku tidak ketempat itu semenjak …!” aku segera menghentikan ucapanku.

“Baiklah kutunggu jam 1 nanti siang, makasih ya!”

“Yup, tidak masalah, sampai ketemu nanti siang”jawabku.

“ya sampai ketemu nanti siang!”

Dan komunikasi singkat kami berakhir. Nanti siang, dia mengajak untuk ketemuan nanti siang, setelah sekian lama. Ada apa? Kenapa sekarang? Setelah sekian lama kami tidak saling mengubungi?. Aku tidak tahu, yang penting sekarang aku harus siap-siap untuk nanti siang. Akhirnya aku bisa bertemu kembali dengannya.


Rabu, 21 November 2012

Random Story 1


THAT SMILE !!

Setelah sekian lama bersama saya baru satu kali menyatakan perasaan ini padanya. Benar, perasaan yang saya rasakan ketika pertama kali kami bertemu. Entahlah tiba-tiba saja saya sulit melupakan wajahnya, hari ketika pertama kali kami bertemu, dan hari dimana aku mulai jatuh cinta pada nya, dan semua itu berawal dari sebuah senyuman.

Jujur itu bukan pertama kalinya saya melihat wanita tersenyum apalagi wanita cantik, tapi harus saya akui senyuman yang saya lihat hari itu sangat beda, senyuman itulah yang membuat saya kesulitan selama ini. Kenapa tidak? Senyuman itu telah membuat saya tersihir dan terhipnotis. Ya, hanya seorang wanita biasa yang pada saat itu belum saya kenal, wanita yang nantinya akan memberi pengaruh dan perubahan besar dalam hidup saya yang sederhana ini.

Dan waktupun berlalu setelah sekian lama kami berteman, bahkan saya sempat mengutarakan perasaan saya kepadanya. Hingga saat ini kami masih tetap berhubungan satu sama lain seperti layaknya orang berteman pada umunya, seolah melupakan kejadian dimana saya mengutarakan isi hati ini kepadanya.

Saya tidak tahu apakah selama ini dia menyadarinya atau tidak, bahwa hingga saat ini saya terus menunggu dan insyaAllah akan terus menunggu akan sebuah jawaban yang saya sendiri juga tidak tahu, apakah jawaban itu akan dating atau tidak, dan saya juga tidak tahu sampai kapankah hati ini sanggup menunggu.

Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya, apakah kisah yang saya mulai ini akan memiliki akhir bahagia atau sebaliknya, tidak akan pernah ada yang bisa mengetahuinya. Tapi sekarang yng terpenting adalah saya bisa melihat dia tersenyum, dan senyuman itu adalah semangat baru saya.


Kamis, 08 November 2012

TERIMA KASIH


Kadang aku ingin rehat sejenak dari semua kesibukan ini, otakku mulai malas untuk berpikir, yang kubutuhkan hanyalah istirahat. Tentunya itu bukanlah hal yang mudah, kesibukan ini semakin hari semakin bertambah, ditambah lagi dengan gejala insomnia yang tidak kunjung hilang, alhasil tubuh ini mulai melemah. Aku harus istirahat.

Malam ini badan ku terasa lelah sekali, dan akhirnya insomnia ku mulai hilang dan akhirnya mata ini siap untuk dipejamkan. Baru saja tubuh ini berbaring tiba-tiba alunan lagu first love nya Utada Hikaru membuatku harus bangkit dari posisi yang enak ini. Siapa yang menelpon? Fikirku. Aku sedikit kaget melihat nama yang tertera di LCD hp, dia

“Halo!”

“Hai, selamat malam!” sahut suara diseberang sana


“malam, apa kabar?” terucap begitu saja.

“baik, kamu? Sudah lama ya ??”kembali suara itu membuatku seperti kembali ke masa lalu, ya sudah lama semenjak kejadian itu dia tidak lagi menghubungiku.

“ya sudah sekian lama, waktu yang cukup lama rasanya” jawabku

“ya sudah sekian lama aku tidak mendengar suaramu” apa ini, kenapa dia berkata demikian, ada apa ? setelah sekian lama cukup lama malahan, tapi akau masih ingat semuanya, semua yang terjadi 3 tahun silam, yang terjadi saat hati ini hancur, butuh waktu 3 tahun untuk kembali membangunnya, 3 tahun tapi aku masih tetap tidak bisa melupakannya.

“hmm, sama aku sudah lama ingin mendengar suaramu, 3 tahun bukan waktu yang singkat bukan ?”
“benar, apakah kau masih marah karena itu ?”

“kalau aku masih marah, aku tidak akan mengenali suaramu, lagi pula itu sudah lama bukan, dan banyak hal yang sudah terjadi” benar 3 tahun waktu yang luar biasa untuk terus mengingatnya

“iya betul, banyak hal yg telah terjadi, dan banyak hal yang sudah berubah”dia terdiam sejenak.

“terima kasih, terima kasih karena telah mencintai ku”ucap nya.

“sama-sama, terima kasih juga karena telah mengizinkan aku mencintaimu selama ini!” aku hanya bisa tersenyum, perasaan ini campur aduk. Senyum hanya itu yang aku bisa, dari dulu hingga sekarang.

Untuk beberapa saat kami terdiam, tidak tahu lagi apa yang harus dibicarakan. Malam ini terasa lebih sejuk dari biasanya, setelah 3 tahun lamanya, aku kembali merasakan kesejukan udara malam.


Rabu, 31 Oktober 2012

Menuju Masa Depan


Menuju Masa Depan, Jalan Menuju Matahari

Jika kau menyakiti seseorang,
Atau saat ada seseorang yang menyakitimu,
Keduanya tetaplah akan menumpahkan darah merah,
Hampir tak terlihat perbedaanya,
Karena itu merupakan sebuah jalan yang sangat sempit namun merupakan satu-satunya jalan,
Sebuah prasangka yang membuat orang takut satu sama lain,
Dan darah menjadi suatu permusuhan,
Itu terjadi dengan mudahnya,
Ini adalah jalan yang benar-benar menunjukkan,
Arah menuju matahari sejati,
Dan bukan hanya menjadi harapan kosong.


sumber : "dikutip dari anime one piece episode 568"

Blogger templates